Pages

Jumat, 16 Agustus 2013

Konspirasi Itu Di Atas Normal




Mungkin sebagian dari kalian akan bertanya-tanya apa maksud judulnya bukan? Kenapa ada judul lagunya Peterpan? Ya seperti kata Bang Ariel dilagunya “Tetapi taaaak daaapat kuumengerti”. Konspirasi memang tak mudah dimengerti, walaupun mungkin sudah seringkali kita dengar. Tentunya di atas normal atau di atas sewajarnya karena konspirasi sudah diluar fakta yang sudah dijelaskan. Apakah ada disekitar kita?


Bisa jadi. Sebelum itu saya jelaskan sedikit, konspirasi itu adalah bersekongkol atau bekerjasama. Tujuannya untuk apa? Untuk mengalahkan lawan ataupun menguasai sesuatu, tentunya dengan memanipulasi peristiwa sebenarnya dengan membeberkan penjelasan palsu atau yang bisa dibilang tahayul tapi padahal sebenarnya masyarakat menerima saja.

Percayakah kalian jika kejadian 11 September 2001 berupa runtuhnya gedung WTC adalah perbuatan pemerintah Amerika sendiri? Mungkin ada sebagian yang percaya. Namun, bagi kalian yang tidak percaya, didalam kasus tersebut bisa saja tersembunyi suatu konspirasi. Kembali dengan pertanyaan saya tadi “Apakah ada disekitar kita?”, ya bisa jadi. Sebagai contoh apabila kita bermain poker atau kartu judi dengan jumlah pemain 5 orang, maka kita dapat melakukan konspirasi terhadap 3 pemain lainnya, sehingga hasil dari kekalahan 1 pemain yang merupakan korban konspirator dapat dibagi berempat

Kenyataannya, konspirasi itu tidak akan pernah menunjukkan kebenaran. Namun, mungkin jika ditelaah lebih dalam sebagian ada benarnya juga. Bukannya saya menuntut kalian untuk mempercayainya dan bukan pula saya mendoktrin kalian dengan menggantikan fakta yang telah ada dengan teori konspirasi tersebut. Namun, ini hal yang patut diketahui oleh khalayak umum.


Masih ingatkah kalian dengan tragedi WTC yang sudah saya singgung di atas? Pastinya! Dari peristiwa inilah muncul teori-teori konspirasi yang dipercaya sebagian orang maupun pakar-pakar konspirasi sebagai salah satu konspirasi Amerika. Mengapa begitu? Karena sudah banyak bukti-bukti yang dapat menjelaskan. Namun, sayangnya semua itu percuma. Pemerintah Amerika seakan menutup mata dan telinga terhadap bukti-bukti tersebut. Mungkin sebagian dari kalian masih percaya bahwa tudingan Amerika kepada Irak serta Al-Qaeda itu benar. Banyak bukti-bukti yang dilontarkan oleh ahli maupun pakar konspirasi. 

Bagaimana gedung WTC gedung Building 7 dengan kualitas dinding besi kelas 1 bisa ditabrak hanya dengan dua pesawat hingga rata dengan tanah? 

Mengapa pesawat F-16 AS tidak melakukan tindakan pencegahan terhadap pesawat yang “dibajak”? 

Mengapa Pemerintah AS menghalangi penyelidik independen?

Apakah ada keterikatan antara Osama dengan Bush?

Inilah sekelumit pertanyaan dari sebagian orang yang masih ragu akan peristiwa yang direkayasa. Masih banyak teor-teori yang dikemukakan misalnya, bahwasanya yang menabrak Pentagon itu adalah misil rahasia Amerika dan yang ikut meruntuhkan gedung ialah bom-bom yang diledakkan. Apa sikap Bush? Bush sendiri seakan bersikap santai menghadapi kabar tersebut. Dan satu hal yang ganjil ialah uang dollar jaman dulu yang bisa meramalkan peristiwa tersebut. Jika dilipat, maka uang itu akan membentuk gambar pentagon dan gedung kembar WTC yang tertabrak. Aneh bukan?

Untuk tujan apa sebenarnya pemerintah AS melakukan penipuan ini?

Yang kita dengar sendiri dari media ialah pemerintah AS menuduh Irak dan Al-Qaeda yang berdomisili di Afganistan. Mengapa? Karena dengan begini, AS dapat menginvasi Irak serta Afganistan dan mengambil sumber daya alamnya berupa minyak karena kita tahu bahwa pasokan minyak dari timur tengah kian menipis.

Satu lagi teori konspirasi besar yang ingin saya bahas.Yaitu mengenai organisasi-organisasi rahasia yang menamai diri mereka Illuminati dan Freemason. Dua buah organisasi yang mengedepankan kemanusiaan dengan mengsampingkan keagamaan. Dengan menganut aliran satanisme, mereka menggaet petinggi-petinggi dunia. Untuk apa? Dengan tujuan untuk melancarkan proyek mereka berupa New World Order atau Tata Dunia Baru. Mereka akan menyatukan seluruh umat manusia dari seluruh penjuru dunia. Tentunya untuk proyek sebesar ini mereka menghalalkan berbagai cara. Mereka memiliki satu program unik yaitu depopulasi atau pengurangan jumlah penduduk.

Kita hidup bersama dengan seluruh manusia yang kurang lebih jumlahnya 7 milyar. Depopulasi inilah yang akan mengurangi sebagian sehingga hanya tersisa 500 juta saja! Mungkin terdengar bagus diawal, tapi ketahuilah, bukan pil KB yang mereka edarkan satu-satu. Mereka akan melakukan provokasi SARA dan yang lebih mengerikan ialah menyebarkan penyakit lewat obat dan makanan. 

Pasti kalian sudah banyak mendengar berita mengenai berbagai provokasi yang akan membuat manusia saling membunuh. Namun bagaimana dengan pembunuhan massal yang masih ada keraguan dalam penjelasan-penjelasannya? Seperti halnya runtuhnya gedung WTC. Kalian tahu keganjilannya? Kabarnya ketika hari dimana peristiwa itu terjadi, seluruh pejabat serta petinggi Yahudi tidak ada atau absen. Mengapa bisa dari sekian banyak karyawan dan pejabat tidak ada satupun orang Yahudi? Mungkin ini merupakan salah satu rencana depopulasi mereka atau mungkin Israel ingin memperbaiki keadaan ekonomi mereka dengan runtuhnya gedung WTC. 

Satu lagi rencana yang mengerikan sekaligus licik ialah dengan menjadikan makanan dan obat sebagai racun. Mungkin sebagian dari kalian adalah pecinta makanan cepat saji. Namun, perlu kalian ketahui bahwa makanan cepat saji mengandung zat berbahaya, contohnya hamburger. Kabarnya, hamburger diberi zat cair pembersih kaca untuk mengawetkannya. Begitu pula dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sebenarnya zat ini merapuhkan gigi, mengeroposkan tulang, dan merusak otak.

Bagaimana dengan minuman dan obat-obatan?

Softdrink, minuman yang juga diminati orang-orang. Apa dampak negatifnya? Kita ambil contoh minuman cola. Kalian pasti sudah tahu jika kita memasukkan permen mint kedalam minuman ini apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah menunggu reaksinya, apa yang akan terjadi? Pasti menyembur kan? Bayangkan jika kalian meminum minuman ini bercampur suatu zat yang kandungannya sama dengan permen mint ini. Mengerikan! 

Nah, beda halnya dengan obat-obatan. Jika kita membeli obat-obatan, pasti ada efek sampingnya bukan? Jika orang meminum obat, efeknya Cuma mengurangi bukan menyembuhkan. Dan kabarnya lagi ternyata penyakit itu ada yang dibuat-buat. Tujuannya tak lain tak bukan ialah berkaitan dengan depopulasi ini. Apa saja penyakit buatannya? HIV/AIDS, antraks, imunisasi, H1N1 dan H5N1. Inilah serangkaian kisah konspirasi dunia.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri?

Media massa Indonesia juga menyimpan suatu konspirasi. Jika anda sering menonton tv, apakah anda sering mendengar berita tentang terorisme atau berita yang secara tidak lazim menyudutkan Islam? Media massa seharusnya menjadi informasi yang menyediakan informasi yang berguna bukan menyudutkan suatu agama. Yang saya dengar kabarnya Metro TV lah yang melakukan ini. Apa maksud dan tujuannya? Dengan tujuan agar masyarakat tahu bahwa Islam itu agama pembenci dan agama intoleran. Dan satu hal lagi, perhatikan sinetron-sinetron di tv. Yang ada hanya merusak akidah, mengikis kebanggan, serta jati diri umat Islam.

Konspirasi itu tidak dapat menunjukkan kebenaran. Mungkin hanya waktu yang dapat menentukan. Intinya, kita harus cerdas dalam mencerna berbagai informasi yang kita dapat. Jangan sampai otak kita tercuci oleh karena pemberitaan-pemberitaan negatif yang membawa kebohongan. Tetaplah berpegan teguh pada tiang agama.

Jika teori konspirasi itu benar, tetaplah waspada, karena di era globalisasi ini pengaruh negatif dari organisasi-organisasi rahasia di dunia bisa masuk kapan saja, di mana saja, dan melalui apa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar