Pages

Jumat, 16 Agustus 2013

Cerita Dari Kota Minyak



Liburan kali ini saya sekeluarga mengunjungi sebuah kota yang bernama asli Billipapan atau Balikkapan. Yap! Kota minyak dengan maskot beruang madu dan dihuni sekitar 18% dari keseluruhan penduduk Kalimantan Timur. Di Kota Beriman ini memiliki 5 suku bangsa asal Kalimantan yang disebut Rumpun Kalimantan yaitu: Banjar, Kutai, Dayak, Paser yang biasa disingkat Komunitas BAKUDA atau BAKUDAPA jika dihitung mencapai 31,39% populasi. Diantara keempat suku tersebut, suku Banjar merupakan yang terbanyak sejak masa kolonial. Selain empat suku di atas, banyak pula suku-suku asal dari pulau Sulawesi, Jawa, Sumatera, dan pulau lainnya.

Nama Balikpapan sendiri memiliki beberapa versi asal-usulnya. Mulai dari cerita-cerita rakyat hingga sebuah buku yang ditulis oleh F. Valenjin tahun 1724. Didalam bukunya dia mengatakan bahwa dia menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai di sebuah Teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama Bilipapan.

Namun, sayangnya luas hutan kian merusut drastis. Kerusakan hutan pun akhirnya mengakibatkan kota minyak ini mudah terjadi bencana banjir dan longsor setiap dilanda hujan deras. Suplai air bersih juga semakin berkurang karena resapan air kian menyempit, erosi mudah terjadi serta sedimen dari lokasi penambangan yang mengalir ke sungai memperkeruh dan mendangkalkan waduk, ditambah dengan kondisi Balikpapan yang hanya memiliki sedikit sungai dan tanah yang kurang subur.

Kota Balikpapan sendiri semenjak diresmikannya Balikpapan No. 8 Thn. 2012, memiliki 6 kecamatan, meliputi Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara, Balikpapan Timur, Balikpapan Barat, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Kota. Dan sekarang Balikpapan juga telah memiliki 34 kelurahan. Kota yang tengah dipimpin oleh H.M Rizal Effendi, SE ini memiliki tempat peribadatan yang bisa dikatakan cukup banyak yang mencakup Masjid, Gereja, Pura dan Vihara.

Tahukah kalian bahwa di sini banyak sekali tempat yang namanya berawalan “Gunung”. Seperti Gunung Sari, Gunung Pasir, Gunung Guntur, Gunung Bahagia, Gunung Dubs, Gunung Pipa, Gunung Kawi. Kota ini juga indah dengan pemandangan lautnya. Apalagi jika kalian datang ke Melawai, suasananya menarik dengan desiran ombak laut, dingin karena angin pantai, dan keindahan lautnya yang sangat indah jika kalian melihat matahari terbenam di sini. Tempat yang berlokasi dekat Lapangan Merdeka ini terdapat banyak pula penjual makanan yang menyuguhkan berbagai jajanan. 


Nah, jika kalian ingin membeli cinderamata khas Kalimantan Timur, Pasar Inpres Kebun Sayurlah yang anda cari. Berbagai jenis batuan, manik-manik, kerajinan kayu, Sarung Samarinda hingga makanan khas Balikpapan dengan mudah bisa ditemukan disini. Jangan khawatir soal harga, walau dibandrol dengan harga tinggi, coba saja kalian tawar, bisa dapat lebih murah apalagi jika belanjanya banyak. Pasar ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore.

Balikpapan Baru juga tak kalah menarik. Sebuah regency yang menghadirkan tema ala luar negeri walaupun sekarang sudah tak terawat. Di kawasan Balikpapan Baru ini juga dibangun sebuah mall yang bernama Mall Balikpapan Baru. Toko-toko Branded hadir disini, termasuk Hero supermarket nya dibuat mewah dari segi interior dan produk luar dijual bebas disini.

Tak kalah menawan, Balikpapan Super Block hadir sebagai area bisnis yang berlokasi di daerah Stal Kuda. Sebuah tempat yang sebenarnya dekat dengan rumah keluarga saya. Di area inilah kita dapat jumpai pusat perbelanjaan yang bernama e-Walk. Dan ini hanyalah sebagian kecil dari tempat wisata serta tempat belanja yang dapat kalian kunjungi yang tentunya beraneka ragam.

Tahukah kalian jika Balikpapan juga menyimpan cerita mistis?

Bagi yang belum tau, di sini ada banyak tempat-tempat angker walaupun saya sendiri belum pernah berkunjung ke sana. Di mulai dengan Pulau Tukung yang terdapat di daerah Melawai. Di sini katanya terdapat penunggu perempuan. Dan penampakannya dapat dilihat sekitar jam 1 atau jam 2. Konon katanya, si perempuan ini duduk di bebatuan dekat Pulau Tukung.

Yang kedua ialah hotel tua yang bernama Hotel Tirta. Hotel ini dibangun tahun 1988 namun mulai digunakan tahun 1998. Hotel ini pernah ditutup pada tahun 2001 dan dibuka lagi tahun 2002. Konon katanya, pernah ada penampakan sesosok wanita di salah satu kamar tamu. Dan kolam renang yang ada di sana juga pernah memakan korban laki-laki pada tahun 2011. 

Dan satunya lagi ialah Rumah Dalang. Seperti namanya, rumah ini dulunya ditempati oleh sseorang dalang dan pernah menjadi kantor arsip. Ceritanya, dulu seorang dalang yang sedang melakukan show/pertunjukkan dan waktu itu para penonton semuanya kehilangan uangnya. Dalang dicurigai adalah orang yang memelihara tuyul oleh karena itu dalang itu diusir oleh penduduk setempat. Pegawai kantor arsipnya pun tidak mau lagi bekerja di tempat tersebut karena sering di ganggu-ganggu. 

 
Mungkin ini sebagian kecil tempat mistis yang bisa saya beritahu. Namun, terlepas dari itu, Balikpapan memiliki keindahan dan menarik untuk dikunjungi. Kota yang didominasi industri minyak, gas, perdangangan serta jasa ini masih memiliki cerita yang belum saya ceritakan seperti pasar Apung, perumahan Pertamina, Pantai Manggar, Wana Wisata KM23, dan masih banyak lagi. Jadi, disinilah saya menghabiskan sedikit waktu liburan. Dikota yang indah nan bersih ini. 

Di kota Balikpapan. Dengan slogannya yang bertuliskan “Kubangun, Kujaga, Kubela”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar