Liburan kali ini saya sekeluarga mengunjungi sebuah
kota yang bernama asli Billipapan atau Balikkapan. Yap! Kota minyak dengan
maskot beruang madu dan dihuni sekitar 18% dari keseluruhan penduduk Kalimantan
Timur. Di Kota Beriman ini memiliki 5 suku bangsa asal
Kalimantan yang disebut Rumpun Kalimantan yaitu: Banjar, Kutai, Dayak,
Paser yang biasa disingkat Komunitas BAKUDA atau BAKUDAPA jika
dihitung mencapai 31,39% populasi. Diantara
keempat suku tersebut, suku Banjar merupakan yang terbanyak sejak masa kolonial. Selain
empat suku di atas, banyak pula suku-suku asal dari pulau Sulawesi, Jawa,
Sumatera, dan pulau lainnya.
Nama Balikpapan sendiri memiliki beberapa versi asal-usulnya. Mulai dari
cerita-cerita rakyat hingga sebuah buku yang ditulis oleh F. Valenjin tahun
1724. Didalam bukunya dia mengatakan bahwa dia menyebut suatu
daerah di hulu sebuah sungai di sebuah Teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa
itu bernama Bilipapan.
Namun, sayangnya luas hutan kian merusut drastis. Kerusakan
hutan pun akhirnya mengakibatkan
kota minyak ini mudah terjadi bencana banjir dan
longsor setiap dilanda hujan deras. Suplai air
bersih juga semakin berkurang karena resapan air kian menyempit, erosi mudah
terjadi serta sedimen dari lokasi penambangan yang mengalir ke sungai
memperkeruh dan mendangkalkan waduk, ditambah dengan kondisi Balikpapan yang
hanya memiliki sedikit sungai dan tanah yang kurang subur.
Kota Balikpapan sendiri semenjak diresmikannya Balikpapan
No. 8 Thn. 2012, memiliki 6 kecamatan,
meliputi Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara, Balikpapan Timur, Balikpapan
Barat, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Kota. Dan sekarang Balikpapan juga
telah memiliki 34 kelurahan. Kota yang tengah dipimpin oleh H.M Rizal Effendi,
SE ini memiliki tempat peribadatan yang bisa dikatakan cukup banyak yang
mencakup Masjid, Gereja, Pura dan Vihara.
Tahukah kalian bahwa di sini banyak sekali tempat yang namanya berawalan “Gunung”.
Seperti Gunung
Sari, Gunung Pasir, Gunung Guntur, Gunung Bahagia, Gunung Dubs, Gunung Pipa,
Gunung Kawi. Kota ini juga
indah dengan pemandangan lautnya. Apalagi jika kalian datang ke Melawai,
suasananya menarik dengan desiran ombak laut, dingin karena angin pantai, dan
keindahan lautnya yang sangat indah jika kalian melihat matahari terbenam di
sini. Tempat yang berlokasi dekat Lapangan Merdeka ini terdapat banyak pula penjual
makanan yang menyuguhkan berbagai jajanan.
Nah, jika kalian ingin membeli cinderamata khas
Kalimantan Timur, Pasar Inpres Kebun Sayurlah yang anda cari. Berbagai
jenis batuan, manik-manik, kerajinan kayu, Sarung Samarinda hingga makanan khas
Balikpapan dengan mudah bisa ditemukan disini. Jangan khawatir soal harga,
walau dibandrol dengan
harga tinggi, coba saja kalian tawar, bisa dapat lebih murah apalagi jika belanjanya banyak. Pasar ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore.
Balikpapan Baru juga tak kalah menarik. Sebuah regency
yang menghadirkan tema ala luar negeri walaupun sekarang sudah tak terawat. Di
kawasan Balikpapan Baru ini juga dibangun sebuah mall yang bernama Mall
Balikpapan Baru. Toko-toko Branded hadir disini, termasuk
Hero supermarket nya dibuat mewah dari segi interior dan produk luar dijual
bebas disini.
Tak kalah menawan, Balikpapan Super Block hadir sebagai
area bisnis yang berlokasi di daerah Stal Kuda. Sebuah tempat yang sebenarnya
dekat dengan rumah keluarga saya. Di area inilah kita dapat jumpai pusat
perbelanjaan yang bernama e-Walk. Dan ini hanyalah sebagian kecil dari tempat
wisata serta tempat belanja yang dapat kalian kunjungi yang tentunya beraneka
ragam.
Tahukah kalian jika Balikpapan juga menyimpan cerita
mistis?
Bagi yang belum tau, di sini ada banyak tempat-tempat
angker walaupun saya sendiri belum pernah berkunjung ke sana. Di mulai dengan
Pulau Tukung yang terdapat di daerah Melawai. Di sini katanya terdapat penunggu
perempuan. Dan penampakannya dapat dilihat sekitar jam 1 atau jam 2. Konon
katanya, si perempuan ini duduk di bebatuan dekat Pulau Tukung.
Yang kedua ialah hotel tua yang bernama Hotel Tirta.
Hotel ini dibangun tahun 1988 namun mulai digunakan tahun 1998. Hotel ini
pernah ditutup pada tahun 2001 dan dibuka lagi tahun 2002. Konon katanya,
pernah ada penampakan sesosok wanita di salah satu kamar tamu. Dan kolam renang
yang ada di sana juga pernah memakan korban laki-laki pada tahun 2011.
Dan satunya lagi ialah Rumah Dalang. Seperti namanya,
rumah ini dulunya ditempati oleh sseorang dalang dan pernah menjadi kantor
arsip. Ceritanya, dulu seorang dalang yang sedang
melakukan show/pertunjukkan dan waktu itu para penonton semuanya kehilangan
uangnya. Dalang dicurigai adalah orang yang memelihara tuyul oleh karena itu
dalang itu diusir oleh penduduk setempat. Pegawai kantor arsipnya pun tidak mau lagi bekerja
di tempat tersebut karena sering di ganggu-ganggu.
Mungkin ini sebagian kecil tempat mistis yang bisa
saya beritahu. Namun, terlepas dari itu, Balikpapan memiliki keindahan dan
menarik untuk dikunjungi. Kota yang didominasi industri minyak, gas,
perdangangan serta jasa ini masih memiliki cerita yang belum saya ceritakan
seperti pasar Apung, perumahan Pertamina, Pantai Manggar, Wana Wisata KM23, dan
masih banyak lagi. Jadi, disinilah saya menghabiskan sedikit waktu liburan.
Dikota yang indah nan bersih ini.
Di kota Balikpapan. Dengan slogannya yang bertuliskan “Kubangun,
Kujaga, Kubela”.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar