Ketika kalian mendengar kata metal, apa yang akan
kalian pikirkan? Pasti musik yang rusuh, beraliran setan, liriknya tidak
berbobot, dan apalah, benar bukan? Metal tidak semua begitu, hanya saja kalian
memandang dan mengambil dari sisi band-band negatifnya saja. Justru melalui
music ini banyak band yang mnyuarakan kritiknya. Tidak hanya asal teriak-teriak
saja. Dan jaganlah berpikir bahwa band-band metal itu rambutnya gondrong dan
pada bertatto.
Metal itu bukan saja hanya permainan distorsi gitar
yang berat, melodi gitar cepat, serta dobel pedal drumnya. Metal juga merupakan
sebuah genre musik yang tidak hanya identik dengan skill dan tekniknya. Namun,
juga dengan totalisme dan idealisme dalam musiknya serta filosofi dalam
liriknya.
Apakah musik metal tidak membutuhkan skill untuk
memainkannya?
Permainan gitar di musik metal tidak cuma dengan main dengan drop-drop rendah. Bukaan juga dengan lengkingan pinch
harmonicnya. Banyak teknik-teknik gitar yang dipadukan sehingga membuat
keselarasan melodi dalam suatu lagu. Bahkan, skill permainan drumnya pun juga
tinggi dengan hentakkan dobel pedal serta permainan drumsetnya. Serta permainan
bass yang tak kalah hebat. Permainan bassnya pun tak hanya bermain mengikuti
chord lagunya, akan tetapi mereka bisa berimprovisasi sehingga musiknya menjadi
kaya dan berbobot. Jadi, bermain music metal itu tak semudah yang anda
bayangkan dan permainannya juga sama susahnya dengan permainan music Jazz.
Kalian pernah melihat gitaris serta basis bermain
sambil berheadbang ria atau mengangguk-anggukkan kepala? Nah, disinilah juga
letak sulitnya, yaitu menjaga tempo permainan. Karena kita tahu bahwa metal
cenderung bermain dengan tempo yang kadang cepat dan terkadang lambat.
Kalian tentunya sering mendengar vokalisnya bernyanyi
dengan suara yang serak serta mengeluarkan teriakan-teriakan aneh bukan? Faktanya
ini bukanlah hal yang mudah!
Di dalam music metal, vokalis tak sembarang berteriak, mereka menggunakan beberapa teknik yang sulit. Dan mereka memadukan sehingga terlihat unik serta khas. Contohnya ialah teknik scream Death. Teknik ini berupa scream dengan suara yang tinggi sehingga terkadang bisa terdengar seperti suara falsetto yang sangat melengking. Dipadukan dengan scream False, teknik ini terbilang jarang digunakan karena tingkat kesulitannya yang sangat tinggi. Dan yang menggunakan teknik ini biasanya beraliran Black Metal.
Ada juga band yang menggunakan dua teknik scream. Contohnya adalah Suicide Silence. Namun, naas vokalisnya yang bernama Mitch Lucker telah meninggal. Dia menggunakan teknik scream Grunt yaitu teknik dengan cara menghisap suara, dan scream False yaitu teknik scream yang sulit karena sama halnya dengan scream biasa namun terjadi distorsi di tenggorokan dan pelebaran bentuk mulut sehingga menghasilkan suara yang scream yang tinggi namun berdistorsi.
Apakah music metal identik dengan penganut aliran
satanisme?
Kalian salah! Tak semuanya begitu. Walaupun tak
dipungkiri ada band-band metal yang beraliran Black Metal, Death Metal,serta
Thrash Metal yang berfitur satanisme. Namun, kalian tahu jika ada band metal
yang menyajikan lagu-lagu religi? Saya contohkan, seperti Purgatory. Band ini
menganut ajaran Islam. Jadi istilahnya ialah band White Metal atau metal syiar.
Band asal Jakarta ini memiliki sisi religious yang tinggi namun tetap dipadukan
music metal. Contoh lagunya ialah, Sakaratul Maut yang mengingatkan kita kepada
kematian. Ada juga band metal lain seperti Forgotten yang merilis album Tuhan
Telah Mati. Terllihat seperti aliran satanisme bukan? Namun, ketahuilah bahwa
isinya ialah sindiran-sindiran terhadap aliran anti Tuhan. Dan satu hal yang
mungkin belum anda ketahui ialah, vokalis band metal yang berjilbab. Ya!
Namanya adalah Aci personil Gugat. Ia salah satu
personil music cadas perempuan yang muslimah dan berjilbab sebagai wujud
keta’atannya pada Allah SWT.
Jadi jangan beranggapan buruk karena masih ada metal yang lebih baik. Contoh
lainnya ialah Tengkorak, Roots Of Madinah, Children Of Gaza, dll
Tentu ada. Bahkan banyak band-band yang beraliran metal
berlandaskan ajaran Kristiani. Album Define The Great Line milik band Underoath
mendapat perhatian setelah berhasil menempati chart di Billboard 200. Ini
merupakan pencapaian terbaik untuk debut album Kristiani sejak tahun 1997.
Masih banyak band-band metal yang juga berlandaskan ajaran Kristiani seperti
contohnya ialah Demon Hunter, Norma Jean, As I Lay Dying, dan masih banyak
lagi.
Apakah musik cadas merusak pikiran anak-anak?
Tergantung dari apa yang mereka ambil atau tangkap
dari apa yang mereka dengar. Banyak anak-anak atau remaja metalhead yang
menginterpretasikan music metal sebagai music yang dapat menghilangkan stress
begitu juga saya. Mengapa? Karena saya menikmati jalannya lagu dan ini yang
dapat menghilangkan kejenuhan dan stress. Namun, karena begitu banyak orang
yang sudah mengecap metal sebagai music perusak, merekapun menjauhi serta
melarang siapapun untuk mengenal lebih jauh mengenai metal. Padahal
sesungguhnya mereka tidak tahu dan tidak mengerti sepenuhnya tentang music
metal.
Sekelumit opini yang saya ungkapkan ini bukan untuk
mengajak kalian menjadi seorang metalhead. Hanya untuk meluruskan saja. Musik
metal itu beragam. Dan jika kalian dapat memetik buah yang manis, ambillah itu
dan tinggalkanlah yang pahit. Begitu juga music metal, ambillah sisi positifnya
dan jauhilah negatifnya. Karena sesungguhnya music metal yang sebenarnya itu
mungkin bermanfaat bagi kita semua. Bukan hanya modal teriak-teriak diiringi
melodi gitar cepat dan dentuman drum yang enerjik. Tapi, pahamilah liriknya.
Dari atas tadi juga kita tahu bahwa masih ada banyak band-band metal religi.
Salam Metalhead! \m/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar