Asrama ialah tempat
dimana seorang siswa dapat belajar untuk hidup mandiri dan mematuhi segala
peraturan yang ada didalamnya. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari segala
macam hiruk pikuk serta seluk beluk kehidupan berasrama. Tuntutan untuk tidak
melakukan segala sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam peraturan yang sudah
ditetapkan bisa menjadi beban tersendiri di pundak pelajar jika tidak mengambil
hikmahnya dengan baik. Seperti salah satu aturan mengenai tidak boleh membawa
gadget ke dalam kamar.
Seperti yang sudah
diketahui, pada zaman globalisasi ini perkembangan dunia teknologi dan
informasi sudah semakin maju dan berkembang. Arus globalisasi semakin tidak
terkendali. Budaya barat masuk dengan sendirinya kedalam negeri ini sehingga
telah menggeser posisi segala bidang atau aspek kehidupan di negara ini. Gadget
yang merupakan salah satu teknologi modern yang diciptakan abad ini memiliki
peranan penting dalam kehidupan umat manusia di dunia yaitu mempermudah manusia
untuk berkomunikasi serta mencari informasi.
Namun dewasa ini gadget
sering di gunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai, waktu dan tempat yang juga
tidak sesuai dalam penggunaannya terutama dalam masalah pendidikan serta
berasrama, banyak dari para siswa yang menggunakan alat ini untuk melakukan hal
yang tidak semestinya seperti untuk mencontek, mendengarkan musik ketika
pelajaran berlangsung, menonton video yang dilarang atau bahkan meratapi layar
gadget mereka sepanjang hari tanpa istirahat serta mengikuti kegiatan lain di
asrama.
Dalam lingkup asrama
yang seharusnya siswa mematuhi aturannya dengan baik, masih ada pula yang
melanggar. Gadget yang semestinya diletakkan di tempat yang sudah disediakan
malah dibawa ke kamar. Mungkin sebagian kecil siswa saja yang menggunakan
gadget ini untuk tujuan yang positif. Namun, bisa jadi sebagian besarnya untuk
digunakan kepada tujuan yang tidak baik. Seorang siswa yang membawa gadget akan
mengurusi gadgetnya seharian untuk hal yang sia-sia seperti membuka media sosial
untuk saling bercakap-cakap dengan teman atau bahkan mengupdate status. Bagi
siswa yang hobinya ngegame, sudah pasti mereka akan selalu bertatap muka dengan
gadget mereka sepanjang waktu hanya untuk bermain game. Bahkan, seorang
pengasuh yang berada di asrama tidak menjamin jika di gadget para siswa tidak tersimpan
video ataupun gambar yang tidak semestinya mereka punya.
Hal ini pun berdampak
pada kegiatan belajar siswa tersebut di sekolah. Di dalam kelas ketika guru
menerangkan para pelajar kebanyakan tidak fokus serta kehilangan konsentrasi, apalagi
ketika pelajarannya membosankan. Akibat dari ketidakfokusan mereka terhadap
suatu pelajaran mengakibatkan siswa tidur di kelas dan melewatkan segala
pelajaran. Waktu yang mereka gunakan seharian di asrama hanya digunakan untuk berpacaran
dengan gadget mereka. Interaksi sosial kepada sesama siswa pun berkurang.
Dalam sisi sosialnya
sendiri dampak buruk gadget ini dapat membuat siswa tidak memperhatikan hal-hal
yang ada disekitarnya. Lalu siswa cenderung tidak bisa mengkontrol diri sendiri
akibat sosialisasi yang terjadi secara tidak langsung, lebih banyak konflik
yang terjadi dan tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah, cenderung cepat
bosan ketika ada orang yang menasehati, banyak mengeluh ketika banyak masalah,
egois yang tidak tekendali, teman-teman disekitanya selalu dijadikan korban
kemarahannya, siswa yang banyak bergaul dengan gadget hidupnya di asrama sedikit
tidak teratur. Bisa jadi mereka melewatkan seluruh kegiatan yang harusnya
dijalankan akan tetapi tergantikan dengan adanya gadget.
Tak kalah penting
pengaruh gadget ini ialah ketika siswa mulai malas menulis dan membaca. Gadget
menjadikan siswa malas menulis dan membaca. Dengan perangkat gadget, maka
aktivitas menulis menjadi lebih mudah, ini memengaruhi keterampilan menulis siswa.
Tak hanya itu, perangkat visual pun tampak lebih menarik dan menggoda, karena
dapat memperlihatkan sesuai dengan kenyataan. Akibatnya para siswa menjadi
malas membaca. Sebab, membaca menuntut siswa untuk mengembangkan imajinasi dari
kesimpulan yang dibaca. Seharusnya, dengan berasrama, dapat menjadikan siswa
belajar untuk menyukai kegiatan membaca dan menulis oleh karena dibatasinya
penggunaan gadget tersebut.
Prestasi yang harusnya siswa
raih tak pelak dapat menurun oleh karena wabah gadget ini. Apalagi jika siswa
tersebut bersekolah di sekolah unggulan. Apabila mereka salah dalam
memperlakukan gadget, maka terjerumus pula lah mereka dalam tujuan yang salah
dengan melenceng dari apa yang mereka cita-citakan sebagaimana mestinya. Siswa
pun tak akan dapat bersaing dengan siswa lain dalam hal akademis.
Sebuah teknologi akan
dapat membantu dalam kehidupan manusia apabila digunakan dengan sesuai fungsi
dan kapasitasnya tersendiri, karena sebuah teknologi baik itu handphone ataupun
jenis gadget yang lain sangat penting perananya dalam kehidupan. Tidak ada yang
salah dengan kecanggihan teknologi, yang menjadikan alat tersebut terasa
bersifat negatif tidak lain karena cara pemakaian dari si pemilik itu sendiri.
Secanggih apapun suatu alat, itu hanyalah robot kecil yang diciptakan untuk
bisa dikendalikan oleh manusia, jangan
menimbulkan pertanyaan “siapa yang mengendalikan dan siapa yang
dikendalikan?”, sehingga semua harus memperhatikan aspek penggunaanya terutama
penggunaannya dikalangan siswa.
Para siswa hendaknya
dapat mengurangi kehidupannya dengan gadget supaya dapat meningkatkan kualitas
belajarnya, berkonsentrasi serta bersosialisasi dengan baik. Bagi yang
bersekolah di boarding school perlu
diingat bahwa gadget merupakan alat bantu sebagai sarana belajar untuk
menggapai prestasi dan citai-cita dan jangan terjerumus dalam penggunaan gadget
yang berlebihan sehingga dapat mengganggu aktifitas dan kegiatan yang berlangsung
di asrama sehingga banyak menimbulkan dampak buruk seperti yang sudah
dijelaskan diatas. Patuhilah peraturan yang ada mengenai gadget tersebut.
Karena mungkin tanpa disadari secara langsung, aturan itu akan sangat bermanfaat
untuk kehidupan kedepannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar