Pages

Senin, 23 Juni 2014

Hidup Berasrama Dengan Gadget?


Asrama

Asrama ialah tempat dimana seorang siswa dapat belajar untuk hidup mandiri dan mematuhi segala peraturan yang ada didalamnya. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari segala macam hiruk pikuk serta seluk beluk kehidupan berasrama. Tuntutan untuk tidak melakukan segala sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam peraturan yang sudah ditetapkan bisa menjadi beban tersendiri di pundak pelajar jika tidak mengambil hikmahnya dengan baik. Seperti salah satu aturan mengenai tidak boleh membawa gadget ke dalam kamar.

Seperti yang sudah diketahui, pada zaman globalisasi ini perkembangan dunia teknologi dan informasi sudah semakin maju dan berkembang. Arus globalisasi semakin tidak terkendali. Budaya barat masuk dengan sendirinya kedalam negeri ini sehingga telah menggeser posisi segala bidang atau aspek kehidupan di negara ini. Gadget yang merupakan salah satu teknologi modern yang diciptakan abad ini memiliki peranan penting dalam kehidupan umat manusia di dunia yaitu mempermudah manusia untuk berkomunikasi serta mencari informasi.

Namun dewasa ini gadget sering di gunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai, waktu dan tempat yang juga tidak sesuai dalam penggunaannya terutama dalam masalah pendidikan serta berasrama, banyak dari para siswa yang menggunakan alat ini untuk melakukan hal yang tidak semestinya seperti untuk mencontek, mendengarkan musik ketika pelajaran berlangsung, menonton video yang dilarang atau bahkan meratapi layar gadget mereka sepanjang hari tanpa istirahat serta mengikuti kegiatan lain di asrama.

Dalam lingkup asrama yang seharusnya siswa mematuhi aturannya dengan baik, masih ada pula yang melanggar. Gadget yang semestinya diletakkan di tempat yang sudah disediakan malah dibawa ke kamar. Mungkin sebagian kecil siswa saja yang menggunakan gadget ini untuk tujuan yang positif. Namun, bisa jadi sebagian besarnya untuk digunakan kepada tujuan yang tidak baik. Seorang siswa yang membawa gadget akan mengurusi gadgetnya seharian untuk hal yang sia-sia seperti membuka media sosial untuk saling bercakap-cakap dengan teman atau bahkan mengupdate status. Bagi siswa yang hobinya ngegame, sudah pasti mereka akan selalu bertatap muka dengan gadget mereka sepanjang waktu hanya untuk bermain game. Bahkan, seorang pengasuh yang berada di asrama tidak menjamin jika di gadget para siswa tidak tersimpan video ataupun gambar yang tidak semestinya mereka punya.


Hal ini pun berdampak pada kegiatan belajar siswa tersebut di sekolah. Di dalam kelas ketika guru menerangkan para pelajar kebanyakan tidak fokus serta kehilangan konsentrasi, apalagi ketika pelajarannya membosankan. Akibat dari ketidakfokusan mereka terhadap suatu pelajaran mengakibatkan siswa tidur di kelas dan melewatkan segala pelajaran. Waktu yang mereka gunakan seharian di asrama hanya digunakan untuk berpacaran dengan gadget mereka. Interaksi sosial kepada sesama siswa pun berkurang.

Dalam sisi sosialnya sendiri dampak buruk gadget ini dapat membuat siswa tidak memperhatikan hal-hal yang ada disekitarnya. Lalu siswa cenderung tidak bisa mengkontrol diri sendiri akibat sosialisasi yang terjadi secara tidak langsung, lebih banyak konflik yang terjadi dan tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah, cenderung cepat bosan ketika ada orang yang menasehati, banyak mengeluh ketika banyak masalah, egois yang tidak tekendali, teman-teman disekitanya selalu dijadikan korban kemarahannya, siswa yang banyak bergaul dengan gadget hidupnya di asrama sedikit tidak teratur. Bisa jadi mereka melewatkan seluruh kegiatan yang harusnya dijalankan akan tetapi tergantikan dengan adanya gadget.

Tak kalah penting pengaruh gadget ini ialah ketika siswa mulai malas menulis dan membaca. Gadget menjadikan siswa malas menulis dan membaca. Dengan perangkat gadget, maka aktivitas menulis menjadi lebih mudah, ini memengaruhi keterampilan menulis siswa. Tak hanya itu, perangkat visual pun tampak lebih menarik dan menggoda, karena dapat memperlihatkan sesuai dengan kenyataan. Akibatnya para siswa menjadi malas membaca. Sebab, membaca menuntut siswa untuk mengembangkan imajinasi dari kesimpulan yang dibaca. Seharusnya, dengan berasrama, dapat menjadikan siswa belajar untuk menyukai kegiatan membaca dan menulis oleh karena dibatasinya penggunaan gadget tersebut.

Prestasi yang harusnya siswa raih tak pelak dapat menurun oleh karena wabah gadget ini. Apalagi jika siswa tersebut bersekolah di sekolah unggulan. Apabila mereka salah dalam memperlakukan gadget, maka terjerumus pula lah mereka dalam tujuan yang salah dengan melenceng dari apa yang mereka cita-citakan sebagaimana mestinya. Siswa pun tak akan dapat bersaing dengan siswa lain dalam hal akademis.

Sebuah teknologi akan dapat membantu dalam kehidupan manusia apabila digunakan dengan sesuai fungsi dan kapasitasnya tersendiri, karena sebuah teknologi baik itu handphone ataupun jenis gadget yang lain sangat penting perananya dalam kehidupan. Tidak ada yang salah dengan kecanggihan teknologi, yang menjadikan alat tersebut terasa bersifat negatif tidak lain karena cara pemakaian dari si pemilik itu sendiri. Secanggih apapun suatu alat, itu hanyalah robot kecil yang diciptakan untuk bisa dikendalikan oleh manusia, jangan  menimbulkan pertanyaan “siapa yang mengendalikan dan siapa yang dikendalikan?”, sehingga semua harus memperhatikan aspek penggunaanya terutama penggunaannya dikalangan siswa.


Para siswa hendaknya dapat mengurangi kehidupannya dengan gadget supaya dapat meningkatkan kualitas belajarnya, berkonsentrasi serta bersosialisasi dengan baik. Bagi yang bersekolah di boarding school perlu diingat bahwa gadget merupakan alat bantu sebagai sarana belajar untuk menggapai prestasi dan citai-cita dan jangan terjerumus dalam penggunaan gadget yang berlebihan sehingga dapat mengganggu aktifitas dan kegiatan yang berlangsung di asrama sehingga banyak menimbulkan dampak buruk seperti yang sudah dijelaskan diatas. Patuhilah peraturan yang ada mengenai gadget tersebut. Karena mungkin tanpa disadari secara langsung, aturan itu akan sangat bermanfaat untuk kehidupan kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar